Salah satu yang menjadi perhatian
pengunjung di kawasan Kawah Ijen adalah adanya penambang belerang
tradisional. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali
belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang.
Para penambang belerang ini mengambil
belerang dari dasar kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan
peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari
lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber
gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa
lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah
membeku belerang berwarna kuning.
Setelah belerang dipotong, para
penambang akan memikulnya melalui jalan setapak. Beban yang dipikul
cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa
memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing
kaldera menuruni gunung sejauh 3 kilometer.