Genesa Kaldera Gunung Ijen ini dibuat pertama kali oleh Van Bammelen
tahun 1941. Kemudian disempurnakan oleh beberapa penulis berikutnya.
Dibawah ini gambaran terbentuknya Kawah dan Kaldera Ijen.
Tipe-tipe pembentukan kaldera gunung sudah pernah didongengkan juga disini : Pembentukan kaldera gunungapi
Kondisi pada Pra-kaldera (sebelum terbentuk kaldera), tidak
diketahui apa yang terjadi sebelum 300.000 tahun lalu, namun
diperkirakan sudah terbentuk Stratovolcano tunggal (Paleo
Ijen) dengan perkiraan ketinggian 3500 m. Gunung yang berisi
lava dan pyroclastics ini berada diatas endapan berumur Miosen (12.5
juta tahun) yang berupa batu gamping.
Pembentukan kaldera diperkirakan terkait dengan letusan dengan
volume besar yang menghasilkan (~ 80 km3) endapan aliran
piroklastik, yang mencapai ketebalan 100-150 m. Yang paling luas berada
di bagian utara lereng kompleks gunungapi ini. Peristiwa ini
diperkirakan terjadi beberapa waktu sebelum 50.000 tahun lalu, Ini
disimpulkan berdasarkan pada analisa umur dari K-Ar (50 ± 20 ka)
dari aliran lava dari Gunung Blau yang dianggap menjadi
unit pasca-kaldera tertua. Pada saat itu juga diperkirakan terjadi
pembentukan danau di lantai kaldera. Danau sedimen yang terdiri
dari serpih, pasir dan saluran sungai endapan yang terkena di daerah
utara dekat Blawan.
Kegiatan vulkanik pasca pembentukan kaldera diantaranya fase letupan
phreatomagmatic, freatik, strombolian dan Plinian yang menghasilkan
kerucut lingkaran, yang umumnya berupa bangunan-bangunan komposit, dan
kerucut dalam, yang sebagian besar adalah dibangun oleh material abu
vulkanik. Gunung berapi ini menghasilkan abu vulkanik muda dan kerucut
scoria (batu apung), serta lava, endapan aliran piroklastik dan endapan
material hasil longsoran dan puing-puing yang sekarang mencakup aliran
kaldera. Menurut Sitorus (1990) penanggalan radiokarbon dari endapan
aliran piroklastik menghasilkan umur> 45.000 BP (di Jampit) 37.900 ±
1850 (di Suket), 29.800 ± 700 (di Ringgih), 24.400 ± 460 (di Pawenen
Tua), 21.100 ± 310 (di Malang) dan 2.590 ± 60 (di Ijen).